The 9th Life of Louis Drax

Sebagian besar hanyalah kemalasanku sehingga aku jarang menulis akhir-akhir ini. Hm, ga juga sih, banyak yang ingin aku tulis kok, hanya saja mereka masih terperangkap di susunan neuron di kepalaku, menunggu waktu yang baik untuk “mengeluarkannya”. Jika itu boleh aku katakan sebagai pengganti kata malas..

Aku baru saja menonton sebuah film, film yang aku tunda hampir 8 bulan untuk melihatnya. Wow.

Dan pagi ini, sebelum udara tak dapat lagi menampung uap air lebih banyak, yang menyerah lalu melepasnya menjadi titik-titik air. Aku memasang headset dan menikmati petualangan bersama Luis Drax.

Anak laki-laki yang menurutku cukup menyebalkan. Bagaimana tidak? Dia tidak bisa menutup mulutnya! Bla bla bla…

Apakah anak 9 tahun selalu seperti itu? Aku rasa sih iya. Mereka selalu berbicara apa adanya, tanpa ada kebohongan, ini mengingatkanku pada anakku yang mengatakan bahwa aku sangat bawel dan berisik, tepat didepan teman-temanku! Mereka selalu saja seperti itu, mengatakan apa saja yang hinggap di tengkorak keras mereka.

Luis pun sama saja, dia sangat polos dan (entah apa sebutan dalam bahasa bakunya) terlalu ceplas ceplos? Yang menyedihkan, Luis tengah berjuang dalam tidur koma-nya, yang merupakan kecelakaan yang ke-sembilan di dalam hidupnya.

Yeah, setiap tahun dia selalu mengalami kecelakaan, yang tentu saja kecelakaan fatal dan membuatnya diambang pintu kematian. Seperti film Unbreakable, kamu tahu? Di dunia ini ada beberapa orang yang tidak pernah terluka, dan sebaliknya ada beberapa orang yang sering sekali terluka. Aku kira Luis salah satunya, tapi ternyata bukan.

Dalam kehidupannya, dia menjadi anak yang aneh, meskipun sebenarnya tidak, dia hanya terlihat tidak seperti anak biasanya, dia spesial. Tapi terlalu spesial.

Teman dekatnya adalah si gendut Dr. Perez (Oliver Platt), terapisnya. Ibu Luis, Natalie (Sarah Gadon) beranggapan bahwa anaknya membutuhkan bantuan ahli kejiwaan. Terlihat aneh pada awalnya bagiku, namun mengingat Luis adalah anak yang rentan, tidak salah jika Natalie mengirimnya ke Dr. Perez. Sampai akhirnya Luis tidak diperbolehkan menemui Dr. Perez lagi, sesuatu terjadi, dia membenci Dr. Perez karena mengatakan sesuatu kepada ibunya, dimana Dr. Perez telah berjanji tidak akan menceritakan apapun yang dikatakan Luis kepada orang lain.

Akhirnya kamu belajar sesuatu Dr. Perez! pegang janjimu, terutama jika kamu berjanji dengan anak 9 tahun. Mereka selalu ingat jika ada orang yang berjanji, meskipun mereka suka lupa dengan janji mereka sendiri. Hm.. aku selalu ingin tahu bagaimana mereka melakukan itu..

Lalu sesuatu terjadi, setelah 8 kali menemui kematian dan berakhir di Rumah Sakit, kali ini Luis jatuh dari tebing tinggi, dan tenggelam di lautan yang dingin. Itu terjadi saat orangtuanya mengajaknya piknik!

Kemudian seorang dokter yang familiar dengan keadaan koma seseorang, Dr. Allan Pascal (Jamie Dornan) membantu Luis untuk keluar dari alam komanya. Polisipun ikut andil. Apa?.. yah, karena jatuhnya Luis amat sangat janggal. Dia seperti di dorong. Dan polisi kesulitan mencari Peter Drax (Aaron Paul) , ayahnya, yang dinyatakan sebagai tersangka atas kesaksian Natalie.

Apakah Dr. Pascal dapat membantu Luis? Hm.

Film ini dikemas sangat indah. Kamu bisa merasakan emosi yang sangat kuat. Aku yakin, kalian akan dengan mudah menebak ada apa dibalik rentannya Luis. Tapi tidak akan pernah bisa menebak sebelum akhir film mengapa semuanya bisa terjadi.

Apakah ayah Luis yang membunuhnya? Bagaimana dengan nasib ibu yang sangat menyayangi dan berlebihan dalam melindungi Luis?

Dan bagaimana dengan Dr. Pascal? Apakah dia mampu memecahkan misteri? Jawabannya bisa kamu cari sendiri.

Ini top movie yang harus kamu tonton sebelum akhir tahun. Siapkan tissue, karena endingnya membuatku terharu.

Selamat nonton.

Advertisements

The Siege of Jadotville : Review

Kalo kamu berharap Jamie Dornan bakal buka-bukaan (baca : naked) di film ini. Lupakan. Yeaah, kamu masih bisa sih menikmati Dornan walk’s yang oh-so-breathtaking dan tentu saja his intelectually invigorating acting. 

Film ini mengisahkan tentang blue berets soldiers alias United Nations (UN) peace keepers. Dengan background cold war, antara USA dengan USSR yang sama-sama tertarik dengan kekayaan bumi Congo -uranium- mengakibatkan Irish UN soldier were dropped in the middle of civil war. Komandan Pat Quinlan (Jamie Dornan) harus berjuang demi prajurit-prajuritnya untuk bertahan dengan segala kemungkinan yang sangat tidak mungkin ada solusinya.

Konspirasi politik, membuat UN troops semakin terdesak. Dan realita bahwa film ini adalah kisah nyata yang kebenarannya ditutupi hingga 41 tahun bikin aku makin melek buat nonton. The film tries very hard to be joth a historical record, reasonably faithful to the events, and also a kick ass action film.

This film is tightly written, brilliantly acted by everyone and the action sequences are SUPERB. Everything is tight, suspenseful and believable. You are sucked in by the movie. A little known skirmish, with great characters, great acting. 

Jadi, 3 alasan kenapa film ini wajib tonton :

  1. The lead actor, Jamie Dornan 
  2. Kisah nyata
  3. Strategi perang yang ga pernah aku temukan di film perang lain
  4. Komandannya berhasil menjaga anak buahnya utuh! Ga ada yang mati! Ini gila!
  5. Irish troopers? Jarang ada kan..
  6. Cara berjalan Jamie Dornan HAHAHA

Oke itu lebih dari 3. So? I assure you it was A grade movie. Hard to better… a must see film.

STAR WARS : The Rey Awakens

Masih belum bisa move-on dari SWTFA. Buat yang mungkin enggak bisa paham kenapa saya sangat ter-influence dengan Star Wars, mungkin engga perlu terusin baca :D.
Atau jika mungkin ada yang belum lihat The Force Awakens, stop reading this. Seriously. Karena tulisan ini isinya spoiler berat.

The Force Awakens menurut saya sangat berbeda dengan Star Wars episode sebelumnya. Jika 6 episode sebelumnya dulu sukses bikin sy ga tidur semalaman, The Force Awakens ini bikin sy berhari-hari bengong dan stress.
TFA was so goooooooood. Mulai dari aktor, karakter yang dimunculkan, cerita, semuanya sempurna, ini adalah satu-satunya film saga terbaik yang pernah saya lihat. I’m hard pushed to think of much in Awakens, that I hadn’t seen before.

And TFA menyisakan banyak misteri, itulah yang menghantui saya berhari-hari dan mencari cluenya. Setelah memutuskan untuk menonton untuk yang kali kedua, mulailah saya menerka misteri – yang saya yakin banyak jutaan penggemar Star Wars di luar sana – juga pasti penasaran dengan episode 7 ini.
Well then, apa yang saya tulis dibawah adalah dugaan, belum terbukti kebenarannya, meskipun dalam hati berharap di episode 8 dan 9 nanti dugaan saya ternyata benar. Hehe #ngarep.

cejkpcUh

#WHO’S REY?
Kalo kamu sudah nonton. Star Wars episode 7 akan mengenalkan beberapa (banyak) karakter baru. Ketika melihat trailernya, saya pesimis bahwa karakter baru itu akan memberikan efek “melegenda” pada SW seperti karakter di enam episode sebelumnya. But I’m totally wrong. This new character from this episode, memberikan “nyawa” baru yang sangat-sangat-sangat-sangat dominan dan honestly, jauh lebih bagus daripada episode sebelumnya.

Rey, seorang young scavenger di planet Jakku. Adalah tokoh utama di TFA. Dipastikan dia akan bermain di trilogy SW selanjutnya. Pertama saya melihat karakter Rey, saya langsung suka. She’s tough. Dengan three rhung-bun yang sederhana, dia otomatis telah meneruskan tradisi buns dari Padme atau Leia, namun lebih dinamis. Kostum Rey juga lebih “merakyat”, sangat berkarakter.

rey2

Di awal film, Rey sekilas telah menceritakan tentang dirinya. Dia membuat goresan pada bangkai pesawat AT-AT yang saya duga adalah “rumah”nya. Banyaknya goresan itu menandakan bahwa dia sedang menghitung hari di tempat dia tinggal sekarang, menyiratkan bahwa dia bukan penduduk asli Planet Jakku, dan bahwa dia sedang menunggu sesuatu, atau seseorang.
Fakta bahwa dia sedang menunggu seseorang diperkuat ketika Rey bertemu BB-8, droid berbentuk bola milik Poe Dameron, seorang kapten pilot dari The Resistance.
Rey juga menegaskan kisahnya kembali saat sedang mengendarai Millenium Falcon, bersama Finn, seorang stromtopper yang “insaf”. Rey berkata kepada Finn bahwa dia harus kembali ke Jakku setelah mengantarkan Finn dan BB-8 ke markas The Resistance. Karena dia sedang menunggu keluarga, yang akan menjemput dirinya.
The same reason juga dikatakan oleh Rey, ketika Han Solo menawarkan pekerjaan sebagai co-pilot Millenium Falcon.

images (1)

But something bother me. Ketika dia mengatakan “I’m no one” ke BB-8, does she really believe that, or is she trying to hide her true origins?
maybe the “no one” is less of a hint to a humble background and more a desire on her part to keep her legacy hidden?

Apa yang menganggu saya terjawab, saat saya benar-benar menfokuskan diri (ceile) ketika menonton untuk kedua kalinya. There’s been a lot of speculation that she’s related to someone.
Tebakan versi saya ketika menonton TFA pertama kali adalah Rey adalah anak Luke Skywalker. Anak saya hanya manggut-manggut “no idea” ketika saya mengatakan itu.
Tapi ini Star Wars, dan JJ Abrams. Saya jadi ingat film-film garapan JJ.A lainnya. Filmnya sangat mudah di prediksi, namun ternyata prediksi kita ini di akhir salah. Hahaha. He’s the one yang punya skill untuk mengecoh penontonnya.
Gak mungkin akan sesederhana itu.
Jadi layaknya detektif #ish saya memulai mengumpulkan piece by piece, menghafalkan plot by plot dan tentu saja, menghafalkan suara dan dialog. Bahkan mencari novelization TFA. Gilak ya.
Tapi ya beginilah saya, kalau sudah terobsesi dengan suatu film, jangan kaget lah.

Lalu saya menemukan dugaan baru. Jauh lebih complicated tapi lebih reasonable. and I ship with this theory.

REY ADALAH KENOBI.
Obi Wan Kenobi/Ben Kenobi grand daughter.
IS she?.

There’s so many reasons why Rey is Kenobi.
1. Her accent.
Did u recognize Rey’s accent? Yes. Rey memiliki aksen British. For Force shake, di SW Saga, hanya dua yang memiliki aksen British. Obi Wan Kenobi dan 3CPO (Threepio).
Kalo kamu berani berspekulasi Rey adalah anak Threepio, silahkan minggat dari blog ini. Ingat, tokoh yang sengaja dipilih untuk berbicara dengan aksen British, pasti ada tujuannya. Ini sudah jadi kamus umum di setiap film Hollywood.

2. Maz Kanata
Masih ingat bukan dengan apa yang dikatakan Maz Kanata di istananya? Dia mengenali Rey dari matanya, mata yang sudah lama di kenalnya.
“I have lived long enough to see the same eyes in different people”
“I see your eyes, I know your eyes.”
Maz Kanata mengenali seseorang yang memiliki mata yang sama dengan Rey. “I have lived long enough..” apakah ini berarti adalah selama star wars movies ada? jika iya, salah satu tokoh yang bermain hampir di setiap episode Star Wars adalah Obi Wan Kenobi.

And when Maz Kanata asks Han Solo “who’s the girls is” , adegan kemudian dipotong. She returns after Rey’s vision and when Rey says “I should b getting home” Maz menjawab “I know, Han told me… the people you’re waiting for there are not coming back.” Thus telling us that Han literally told Maz who the girl is to him, a girl from Jakku. This would have also been the perfect time to drop hints if Han was her father to create a greater effect when he dies in front of her eyes, but there is nothing mentioned.
IF Rey is Kylo siblings, mereka akan tahu. Sama seperti Luke dan Leia yang mengetahui mereka bersaudara because the power of force.

When Maz says “Whoever you’re waiting for (Rey’s family), they’re not coming back. But there is someone who still can” Lalu Rey merespon dengan “Luke?” Which cancels out the idea that Rey is related to Luke.

gNcnXuGh

3. Rey’s Vision
Meskipun visi Rey hanya sebentar, tapi jika jeli, banyak sekali scene dalam visi Rey yang mengungkapkan masa depan dan masa lalu Rey. Dalam visi Rey yang menurutku berhubungan dengan identitas Rey adalah suara Obi Wan.
Yap. We all can hear old Ben Kenobi voice. Apakah itu sebuah petunjuk bagi Rey? apakah itu adalah pesan bahwa Rey memang sudah terpilih untuk menjadi ksatria Jedi? Apakah itu memang benar langkah pertamany? Langkah pertama untuk apa?

4. Lightsaber
Pernakah kalian perhatikan guys? Sebelum mendapatkan visi, Rey berjalan mengikuti suara, yang tak lain adalah suaranya sendiri ketika dia di tinggalkan di Jakku. Dan sebelum dia menyentuh Lightsaber, apakah kalian memperhatikan?
Sesuatu yang sama yang terdapat dalam Star Wars episode New Hope. Saya menyadari bahwa sesuatu yang familiar pernah saya lihat di Star Wars episode sebelumnya. The Box. Yeah, kotak kayu yang sama milik Obi Wan Kenobi.
But
– Why kotak lightsaber milik Obi Wan berada di tangan Maz Kanata? Apakah ini berarti memang benar bahwa Obi Wan adalah teman baik Maz? Diakah yang Maz sebut sebagai mata yang sama dengan mata Rey?
– Kita semua tahu bahwa lightsaber itu adalah milik Obi Wan. Yang di berikan kepada Anakin. Dan setelah Anakin menjadi Darth Vader, disimpan kembali oleh Obi Wan untuk Luke. Di film terakhir, Return of The Jedi, Luke memiliki lightsaber sendiri berwarna hijau. Pertanyaan bingung saya adalah, kenapa Luke memberikannya kepada Maz? kenapa bukan Leia? Why Maz? Why Maz should keep the Jedi important thing. Apakah ini berarti bahwa Luke juga telah memiliki visi atas Rey? apakah Luke tahu bahwa suatu hari Rey akan ke Takodana?

Well, masih banyak lagi yang ingin saya ungkapkan mengenai versi saya tentang Rey. Mungkin yang benar-benar tahu siapakah Rey adalah Unkar Plutt. Yang kita lihat pada visi Rey menggandeng Rey kecil. Dan jangan lupa akan Lor San Tekka, yang muncul pada awal film? Siapa dia, mengapa potongan peta keberadaan Luke Skywalker ada bersamanya? Dan mengapa dia ada di Jakku? tempat yang sama Rey di tinggalkan. Did he knows about Rey? Apakah keberadaannya di Jakku bukan kebetulan? Apakah dia disana untuk mengawasi Rey? Apakah dia seseorang yang mengabdi pada Luke? Tetapi dia terlalu tua untuk menjadi teman Luke, apakah mungkin dia teman dari Obi Wan? Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu episode selanjutnya.

rey6-702x1024

Salut kepada J.J Abrams yang benar-benar membuat saya penasaran. Siapapun Rey, yang dapat di pastikan adalah bahwa dia seorang natural Jedi, yang akan membawa keseimbangan force ke dalam galaxy.
Apa yang saya tulis hanyalah dugaan saja, tapi saya sangat berharap bahwa Rey bukanlah seorang Skywalker.
See ya at the next post about who’s Kylo Ren.

May the force be with us.

St. Vincent : Movie reviews

This is a wonderful movies you need to watch with your kids. Yaaa, memang bukan film box office sih, ini film lama, kalau kamu tipe yang hanya suka film baru, well saya berharap review dari saya bisa membuatmu berubah pikiran.

St. Vincent menceritakan kisah seorang anak, Oliver (Jaeden Lieberder) dan Ibunya Maggie (Melisa McCarthy) yang pindah ke sebuah lingkungan baru. Karena alasan pekerjaan, Maggie yang baru saja bercerai dengan suaminya membutuhkan seseorang untuk menemani dan mengasuh Oliver dirumah saat dia pergi bekerja sebagai suster di rumah sakit. Dan mereka bertemu Vincent (Bill Murray) an old man next door yang bersedia membantunya.

And, the fun begin.

Vincent ternyata bukan orang tua biasa, dia memiliki banyak masalah. Bill Murray shows his acting range in this film by playing a despicable human being that you can’t help but to like, as Vincent, an angry old man who takrs on the job of babysitter to his neighbor’s young son in order to make some extra cash he surely needs. Dia mengajak Oliver pergi ke beberapa tempat yang disukainya seperti pacuan kuda dan bar. Hal ini membuat Maggie terlibat masalah pengasuhan anak dan harus menyelesaikannya di meja hijau bersama mantan suaminya.

Suatu hari, Vincent tua terkena serangan stroke, and no one knows. Oliver menemukannya terbaring di lantai rumah Vincent ketika pulang sekolah. By Maggie help, Vincent akhirnya di rawat di rumah sakit tempat Maggie bekerja. Di sini kita akan dikenalkan dengan Daka (Naomi Watts), kekasih Vincent yang bekerja sebagai kupu-kupu malam.

Di lain sisi, Oliver mendapatkan tugas sekolah untuk mencari sosok figur di kehidupannya sekarang untuk diberi gelar Santo. Dan disinilah saya mulai menangis berderai-derai #ish.

3035814-poster-p-1-how-advertising-helped-create-the-new-bill-murray-movie

Film ini mengajarkan kepada kita, bahwa apa yang kita lihat, kita dengar, tidak dapat dijadikan alasan untuk kita menilai seseorang. Kita harus berhenti memberi label ke seseorang, yang mungkin kita hanya mengenalnya sepintas. The important theme of this tragicomedy : being good, loves, and saintly are within the the grasp of the most common among us, implying that imperfection is a constant of being human and maybe a bigger credential than piety when that sinfulness is transformed into good deeds.

Saya kasik rating 10. Dan 5 lagi untuk akting yang hebat dari semua aktor. Go find this film, and enjoying as your family weekend movies.