Star Wars : The Last Jedi

Kalau kamu Star Wars fans, segera hengkang dari blog ini, karena tulisanku penuh spoiler. Tapi kalau buatmu spoiler itu tidak masalah, akan menyenangkan kalau kita bisa ngobrol soal sequel Star Wars saga ini. Lalu bagaimana jika kamu bukan keduanya? well …tidak ada kata terlambat untuk join the force sekarang kok.

Sebagai permulaan, aku mau angkat topi, untuk penulis sekaligus director ; Rian Johnson. Karena ini adalah film Star Wars terbaik menurutku, dari kedelapan film Star Wars yang lain. He delivers a fine mix of character, storytelling, and the list are endless. Johnson membuktikan bahwa dialah satu-satunya yang membawa balance, atau keseimbangan yang selalu menjadi tema inti dari film Star Wars. Keeping the warring forces of this intergalactic franchise in perfect harmony. Salute for you Rian, tidak sabar menunggu apa yang akan kamu siapkan untuk Star Wars ke-9, 2 tahun mendatang.

So, apa yang terjadi di The Last Jedi? Yang bisa aku rangkumkan adalah, kamu akan melihat bahwa Rian Johnson benar-benar “menggali” karakter dari semua tokoh yang ada di film ini, deep, very deep. Jadi, aku mulai saja … Seperti 7 film Star Wars sebelumnya, layar dibuka dengan Star Wars main title theme dengan review singkat yang ditulis dengan huruf berwarna kuning. I’m glad they keep that, sesuatu yang sudah menjadi trademark sejak saya melihat Star Wars pertama kali, belasan tahun lalu.

Dan film dilanjutkan dengan kemunculan First Order, dengan pesawat terbarunya, The Dreadnought. Tampaknya First Order berusaha keras setelah kehancuran Star Killer Base di Star Wars ke -7, The Force Awaken. Misi mereka menghancurkan The Resistance dengan memasang pelacak pada The Raddus, base operasinya Leia. Scene dilanjutkan dengan konflik antara General Hux dengan Poe Dameron, pilot numero uno The Resistance. Disini aku ketawa ngakak banget, ini yang aku katakan sebelumnya kalau kita bakal disuguhi karakter setiap tokoh dengan sangat mendalam. Poe dengan humor sarkasmenya, mempermainkan General Hux, imagine that.

Poe dengan co-pilotnya BB-8, bertugas untuk menghancurkan semua meriam yang ada di Dreadnought, tujuannya agar Resistance Bombers, kapal yang memuat bom plasma untuk menghancurkan Dreadnought, dapat menyelesaikan misinya, tanpa di bom duluan sama meriam yang ada di Dreadnought. Misi sukses, sayangnya Leia tidak terlihat lega, mengingat semua kru dari The Resistence yang melaksanakan misinya di Resistance Bombers tidak ada yang selamat.

Di scene ini tiba-tiba aku nangis. Pertama karena emosi yang digambarkan Leia sangat terasa, lalu mengingat dia, Carrie Fisher (pemain Princess Leia dalam Star Wars saga) sudah meninggal, tepat saat berakhirnya pembuatan TLJ.

Ini twist plot yang tidak pernah terjadi di Star Wars yang lain, disuguhi peperangan dan emosi kehilangan di awal film? benar-benar skenario yang cerdas. Dengan demikian, penonton akan memperhatikan detail dari keseluruhan peran yang mendukung film ini, contohnya Paige, salah satu pilot Resistance Bombers yang berkorban untuk keberhasilan The Resistence menghancurkan Dreadnought, sebelum scene pemeran utama, saat Rey menyerahkan lightsaber ke Luke Skywalker.

And frankly, Luke membuang lightsaber yang diterimanya dari Rey dan tidak mempedulikannya. Tetapi Rey tetap kukuh dengan tugasnya untuk membawa Luke kembali berjuang bersama The Resistence. Dan satu-satunya yang membuat Luke setuju untuk mwlatih Rey adalah R2D2, droid lama yang sayangnya hanya muncul sebentar di film ini. Luke melihat rekaman yang diputar ulang oleh R2D2 saat saudaranya Leia meminta bantuan Obi Wan Kenobi untuk membantu. Dan lagi-lagi, trenyuh saat melihat koneksi antara Luke dengan droid kesayangannya.

Damn, ini film action, kalau sudah nangis sampai dua kali kayaknya aku harus masukkan genre drama ke hashtag.

Akhirnya Luke tidak lagi acuh terhadap Rey. Percakapan pertama mereka membuat ngakak, saat Luke menanyakan siapa Rey. Lalu, lagi saat latihan pertama Rey menjadi seorang Jedi. Dan scene ini sangat penting, memperlihatkan bahwa disetiap jiwa manusia memiliki sisi gelap dan sisi terang. Dan Luke sangat terkejut ketika sisi gelap Rey begitu dominan.

Lalu sampailah pada scene yang akan sangat disukai fandom Reylo, yaitu force connection antara Rey dan Kylo ren (Ben Solo). Aku sudah melihat banyak force connection antara Luke dengan Leia, Luke dengan Darth Vader di Empire Strikes Back. Semua dapat melakukan force bond karena ikatan mereka sangat kuat. But Kylo dan Rey? Mereka hanya disatukan oleh force, tidak ada hubungan darah.

Dengan adanya force connection, aku rasa yang ingin Rian sampaikan adalah, mereka berhubungan, mereka saling membutuhkan. Aku tidak tahu akhir hubungan antara Rey dengan Kylo seperti apa, tapi aku bisa mengatakan dengan jelas, bahwa mereka tidak bisa dipisahkan.

Kamu akan disuguhi force connection antara Rey dengan Kylo beberapa kali. Dan ini bukan force bond yang hanya dapat berbicara jarak jauh saja seperti Leia dan Luke, tapi Rey dapat melihat dengan jelas Kylo, dan sebaliknya dengan Kylo. Dia dapat menyentuh Rey, bahkan saat Rey berdiri di tepi laut dan terkena air dari ombak didepannya, Kylo pun juga ikut basah. This is HUGE.

Selain force connection, pertanyaan-pertanyaan yang timbul di The Force Awaken 2 tahun lalu terjawab sudah. Siapakah Rey? Mengapa Ben Solo memilih dark side dan menjadi Kylo Ren? Mengapa dia membunuh ayahnya? aku ingin sekali menceritakannya, tapi tanganku pegal haha

Tapi biar aku menceritakan sedikit, setelah tahu alasan Ben Solo berubah menjadi Kylo Ren, Ben adalah tokoh di Star Wars yang menurutku paling tragis. Namun satu-satunya kunci bagaimana force akan berjalan seimbang. Adam did a fucking beautiful job portraying this man, this boy who’s in the wrong place and has the wrong allies. Who lost hope in himself as others did too and who thought was to have been betrayed by his family. Who’s been manipulated his whole life. Who’s conflicted. And I can’t get over it.

So when Luke tells Rey what he did to Ben Solo when he was a child, Rey says he will turn, and Luke tells her it won’t go the way she thinks.

She holds out the lightsaber to him once again, saying “Fine, help us then.” When he refuses, she says “Then he is our only (last) hope” and ships herself off to him in a box.

If that’s not a solid road map of where this trilogy is headed, I don’t know what is.

Ben Solo, although everyone has lost hope in him now (including his mother and Rey), will have some sort of reckoning, and he will bring hope and balance to the galaxy.

Masih banyak yang belum aku ceritakan, Finn, Rose, Chewie, dan semua cast memiliki cerita menarik. Dan menjadikan semua kisah itu menjadi sebuah cerita adalah pekerjaan yang sangat besar.

Kurasa ini cukup. This is the one of the most emotionally powerful moments in the entire saga.

May the force be with you..

Advertisements