The 9th Life of Louis Drax

Sebagian besar hanyalah kemalasanku sehingga aku jarang menulis akhir-akhir ini. Hm, ga juga sih, banyak yang ingin aku tulis kok, hanya saja mereka masih terperangkap di susunan neuron di kepalaku, menunggu waktu yang baik untuk “mengeluarkannya”. Jika itu boleh aku katakan sebagai pengganti kata malas..

Aku baru saja menonton sebuah film, film yang aku tunda hampir 8 bulan untuk melihatnya. Wow.

Dan pagi ini, sebelum udara tak dapat lagi menampung uap air lebih banyak, yang menyerah lalu melepasnya menjadi titik-titik air. Aku memasang headset dan menikmati petualangan bersama Luis Drax.

Anak laki-laki yang menurutku cukup menyebalkan. Bagaimana tidak? Dia tidak bisa menutup mulutnya! Bla bla bla…

Apakah anak 9 tahun selalu seperti itu? Aku rasa sih iya. Mereka selalu berbicara apa adanya, tanpa ada kebohongan, ini mengingatkanku pada anakku yang mengatakan bahwa aku sangat bawel dan berisik, tepat didepan teman-temanku! Mereka selalu saja seperti itu, mengatakan apa saja yang hinggap di tengkorak keras mereka.

Luis pun sama saja, dia sangat polos dan (entah apa sebutan dalam bahasa bakunya) terlalu ceplas ceplos? Yang menyedihkan, Luis tengah berjuang dalam tidur koma-nya, yang merupakan kecelakaan yang ke-sembilan di dalam hidupnya.

Yeah, setiap tahun dia selalu mengalami kecelakaan, yang tentu saja kecelakaan fatal dan membuatnya diambang pintu kematian. Seperti film Unbreakable, kamu tahu? Di dunia ini ada beberapa orang yang tidak pernah terluka, dan sebaliknya ada beberapa orang yang sering sekali terluka. Aku kira Luis salah satunya, tapi ternyata bukan.

Dalam kehidupannya, dia menjadi anak yang aneh, meskipun sebenarnya tidak, dia hanya terlihat tidak seperti anak biasanya, dia spesial. Tapi terlalu spesial.

Teman dekatnya adalah si gendut Dr. Perez (Oliver Platt), terapisnya. Ibu Luis, Natalie (Sarah Gadon) beranggapan bahwa anaknya membutuhkan bantuan ahli kejiwaan. Terlihat aneh pada awalnya bagiku, namun mengingat Luis adalah anak yang rentan, tidak salah jika Natalie mengirimnya ke Dr. Perez. Sampai akhirnya Luis tidak diperbolehkan menemui Dr. Perez lagi, sesuatu terjadi, dia membenci Dr. Perez karena mengatakan sesuatu kepada ibunya, dimana Dr. Perez telah berjanji tidak akan menceritakan apapun yang dikatakan Luis kepada orang lain.

Akhirnya kamu belajar sesuatu Dr. Perez! pegang janjimu, terutama jika kamu berjanji dengan anak 9 tahun. Mereka selalu ingat jika ada orang yang berjanji, meskipun mereka suka lupa dengan janji mereka sendiri. Hm.. aku selalu ingin tahu bagaimana mereka melakukan itu..

Lalu sesuatu terjadi, setelah 8 kali menemui kematian dan berakhir di Rumah Sakit, kali ini Luis jatuh dari tebing tinggi, dan tenggelam di lautan yang dingin. Itu terjadi saat orangtuanya mengajaknya piknik!

Kemudian seorang dokter yang familiar dengan keadaan koma seseorang, Dr. Allan Pascal (Jamie Dornan) membantu Luis untuk keluar dari alam komanya. Polisipun ikut andil. Apa?.. yah, karena jatuhnya Luis amat sangat janggal. Dia seperti di dorong. Dan polisi kesulitan mencari Peter Drax (Aaron Paul) , ayahnya, yang dinyatakan sebagai tersangka atas kesaksian Natalie.

Apakah Dr. Pascal dapat membantu Luis? Hm.

Film ini dikemas sangat indah. Kamu bisa merasakan emosi yang sangat kuat. Aku yakin, kalian akan dengan mudah menebak ada apa dibalik rentannya Luis. Tapi tidak akan pernah bisa menebak sebelum akhir film mengapa semuanya bisa terjadi.

Apakah ayah Luis yang membunuhnya? Bagaimana dengan nasib ibu yang sangat menyayangi dan berlebihan dalam melindungi Luis?

Dan bagaimana dengan Dr. Pascal? Apakah dia mampu memecahkan misteri? Jawabannya bisa kamu cari sendiri.

Ini top movie yang harus kamu tonton sebelum akhir tahun. Siapkan tissue, karena endingnya membuatku terharu.

Selamat nonton.

Advertisements

The Siege of Jadotville : Review

Kalo kamu berharap Jamie Dornan bakal buka-bukaan (baca : naked) di film ini. Lupakan. Yeaah, kamu masih bisa sih menikmati Dornan walk’s yang oh-so-breathtaking dan tentu saja his intelectually invigorating acting. 

Film ini mengisahkan tentang blue berets soldiers alias United Nations (UN) peace keepers. Dengan background cold war, antara USA dengan USSR yang sama-sama tertarik dengan kekayaan bumi Congo -uranium- mengakibatkan Irish UN soldier were dropped in the middle of civil war. Komandan Pat Quinlan (Jamie Dornan) harus berjuang demi prajurit-prajuritnya untuk bertahan dengan segala kemungkinan yang sangat tidak mungkin ada solusinya.

Konspirasi politik, membuat UN troops semakin terdesak. Dan realita bahwa film ini adalah kisah nyata yang kebenarannya ditutupi hingga 41 tahun bikin aku makin melek buat nonton. The film tries very hard to be joth a historical record, reasonably faithful to the events, and also a kick ass action film.

This film is tightly written, brilliantly acted by everyone and the action sequences are SUPERB. Everything is tight, suspenseful and believable. You are sucked in by the movie. A little known skirmish, with great characters, great acting. 

Jadi, 3 alasan kenapa film ini wajib tonton :

  1. The lead actor, Jamie Dornan 
  2. Kisah nyata
  3. Strategi perang yang ga pernah aku temukan di film perang lain
  4. Komandannya berhasil menjaga anak buahnya utuh! Ga ada yang mati! Ini gila!
  5. Irish troopers? Jarang ada kan..
  6. Cara berjalan Jamie Dornan HAHAHA

Oke itu lebih dari 3. So? I assure you it was A grade movie. Hard to better… a must see film.

Me Before You : Movie Reviews


Setelah perjuangan batin selama 3 jam 17 menit dari jam 9 malam. Kuputuskan akhirnya perutkulah yang menang, maksudku sepiring Indomie goreng ekstra cabe dan telur mata sapi yang menang. How can you doubt that? Indomie.goreng.tak.pernah.salah.

Well, tapi konsekuensinya jika kamu nekad makan tengah malam, minimal kamu harus terjaga 3 jam setelahnya untuk “mencegah” kalori menumpuk. 

Fine.. itu cuman teoriku sik. Jadi sambil mengisi 3 jam sebelum akhirnya boleh tidur, aku memutuskan untuk nonton film saja. Seingatku ada 4 film yang belum aku lihat. So I toward into my dvd rack (sebenarnya bukan rak, hanya tumpukan dvd berserakan) dan menemukan “film malam” (film malam istilahku untuk film yang hanya boleh dilihat sendirian dan ketika anak sudah tidur), you know the reason why i name it like that, do you? 

Dan pilihan saya jatuh ke Me Before You yang dibintangi mas Sam Claflin dengan his tip smiles-nya yang terkenal and mba Emilia Clarke yang errr… memiliki alis yang You.Know.Why.

Dan inilah sedikit review yang bisa aku tulis.

Well… I cry …. a lot, I get emotional very easily with real things and  unreal like movies or books. It’s a public records. Even when I’m not sad, I do cry!! And I haven’t cried as much as I did during Me Before You in a long .. emm week maybe.. and it’s the kind of film that breaks you in TWO! Providing a cathartic release or tears that it’s important to experience once in a while. 

The film is based on the best selling novel by Jojo Moyes. Aku belum punya bukunya (OH NO!). Namun tidak membaca bukunya sebelum menonton filmnya juga engga terlalu buruk kok.  So while book readers will be prepared for the outcome, those of you are engaging with the story for the first time are in for an emotional kick to the stomach.

Ceritanya fokus kepada Louisa Clark (Emilia Parker) wanita eksentrik yang menemukan pekerjaan baru sebagai asisten perawat setelah dia dipecat dari toko kue. Tentu saja itu bukan pekerjaan impian Lou, tapi karena Lou sebagai tulang punggung keluarga (Ayah, Ibu, Kakek dan saudaranya), Lou terpaksa harus menerima apapun pekerjaan yang datang kepadanya, termasuk menjadi perlayan (perawat dan pelayan) dari seseorang bisnisman muda kaya raya yang lumpuh akibat cedera tulang belakang karena motorcycle crash, Will Traynor (Sam Claflin).

Pertemuan Lou dengan Will sudah bisa ditebak bukan pertemuan yang “hangat”. Will is understandably depressed and angry. But Lou, always wearing bright, unusual apparel, is a cheerful and optimistic as he sullen. And little by little she begins to draw Will out of his shell. The connection they share allows you to become completely immersed in their love story and if you let yourself succumb to the emotional rollercoaster ride you’re in for a tear-jerking treat.

I don’t know where you’d find a more charming actress than Clarke. Her eyebrows are the most expensive I’ve ever seen (just wait until you see her and then you’ll know what I’m talking about). Dan tentu saja ada Sam Claflin, yang berakting hanya dengan kemampuan pundak ke atas. Dan aktingnya benar-benar hebat.

Tapi tetap saja saya membenci ceritanya. Cerita ya.. bukan filmnya. 

Maksudku.. yeah.. Will tidak harusnya mati (ups spoiler hehe). Dia berhak mendapatkan cinta, kasih sayang meskipun dalam kondisinya yang lumpuh. Aku bener-bener gak ridho, dan dipaksa untuk harus mengerti, bahwa hanya kematianlah yang bisa membuatnya tenang. 

Nangisnya kurleb kayak gini nih

Dan ini membuatku meraung (menangis keras) dan maki maki gak jelas sama pengarang bukunya. Pleaseeee buat endingnya hepi donggg. Masak gini ceritanya. Sialan.

Expect to have your heart touched before the movie is over. And take some tissues.

Met nonton.

50 Shades Of Grey – Full Review

Oke. Tell me I am late.

Filmnya sudah tayang di tahun 2015. Bukunya jauh lebih lama dari itu, diterbitkan dari 2011. Jadi kayaknya memang sudah sangat telat untuk kasih review. 

Tapi seperti Christian Grey yang memiliki selera sangat ekletik, bisa dibilang hobi baca dan nontonku juga tidak kalah ekletiknya. Aku akan nonton Dirty Dancing dan menulis reviewnya sekarang, jika itu bisa membuatku senang. Atau membaca buku sejarah dan roman bersamaan, seleraku tidak terlalu spesifik, aku hanya menyukai membaca, mencoba menikmati apa yang pengarang ingin sampaikan. Simple as that. Aku bukan tipe yang suka hanya dengan film-film baru dan buku-buku best seller saja. Aku suka sesuatu yang mempu membuat lengan kiri atasku merinding. 

Oke, mungkin perlu kujelaskan sebentar kenapa lengan atasku merinding. Pernahkan kalian mengalami getaran halus (dem.. aku terdengar porno..) maksudku seperti bulu tiba-tiba meremang jika sedang menonton film atau membaca buku? Karena begitulah yang terjadi padaku. Sebut saja ketidakseimbangan reaksi kimiawi tubuh, namun kemunculannya aku sambut dengan gembira, karena aku yakin selama aku “merinding” berarti film atau buku yang aku baca itu bagus, buatku.

Why Fifty Shades of Grey?

Why not.. ?

Never judge a book nor movies by IMDB -Goodreads reviews. Filmnya tidak boleh tayang di Cinemax atau XXI di Indonesia, tidak bisa disalahkan, karena mental masyarakat yang masih belum kuat iman #eh, maksudku film ini contentnya sangat mengeskpos seksualitas, jadi butuh iman yang tebal. 

Well, lagipula apa yang diharapkan dari film yang mengisahkan BDSM lifestyle? Ga mungkin ga ada seksnya. Jadi jika belum mampu untuk berpikiran terbuka, mendingan tidak usah menonton. Karena nanti jatuhnya cuman nyinyir dan nyinyir..

Dan itulah alasanku untuk membaca dan melihat filmnya. Seks? No, aku punya banyak novel yang melibatkan ‘keintiman romance berlebihan’. Jadi seks jelas bukan yang aku yakini sebagai alasannya. Pasti ada alasan lain yang membuat buku trilogynya menjadi best seller, hingga dibuat film. What is that?

Anastasia Rose Steele, 21 tahun, mahasiswi di WSU jurusan Sastra Inggris dengan GPA 4,0 dan akan segera mengakhiri bangku kuliahnya membantu sahabat baiknya Katherine Kavanagh yang kebetulan sedang flu berat untuk mewawancari esekutif muda, billionare, Christian Grey, CEO Grey Enterprise.

Oke, jurnalist bukan bidang Anastasia. Dia sama sekali tidak mengetahui apapun tentang apa, bagaimana dan yang terburuk adalah siapa yang akan diwawancarainya nanti. Kate lupa memberikan data spesifik mengenai Christian Grey. Jadi dengan ke’lugu’annya, Ana, bersedia menggantikan Kate untuk mewawancarai Mr. Grey. Dan discene inilah aku mulai merinding. Oh la la ..

Anastasia bukanlah wanita muda yang terlalu percaya diri, dia terlalu banyak tersipu, dengan rambut brunette dan mata birunya yang terlalu besar membuatnya seperti wanita polos yang mematikan. Mematikan? Ya. Karena dia memiliki mulut yang sangat pintar. Dia juga sering terkikik, dan itu sangat menarik. Bagi Christian tentu saja. Oke, terkikik hal yang tidak boleh kamu lakukan kalau kamu blonde. Dan anastasia berambut coklat pekat. Pernahkah kalian dengar statement menggelikan ini? 

Dan Anastasia, juga memiliki kelebihan yang mungkin sekarang amat langka. Kepolosan, kejujuran. But yes, dia sangat pintar. Brunette, bermata biru, berkulit flawless, pucat, polos, lugu, suka terkikik, bermulut pintar, kombinasikan semuanya dan BAM!! Itulah yang membuat Christian Grey, yang dikisahkan sebagai pribadi yang dingin, tertarik pada Ana.

Lalu apanya yang special? 

Mungkin kalo kalian hanya menonton filmnya (yang aku yakin hasil donlotan) mungkin feelingnya akan berbeda jika setelah menonton kalian membaca bukunya, atau sebaliknya. Karena dibuku, apa yang dirasakan antara dua tokoh itu sangat mmm.. indah. Bagaimana mencintai seseorang yang tidak pernah mengenal apa itu cinta, apa itu kasih sayang. Bagaimana mencintai seseorang yang tidak akan memperlakukanmu seperti layaknya pasangan normal.

Dan cerita inilah yang membuat spesial. Bagaimana mencintai seseorang tanpa syarat. Benar-benar tanpa syarat, sehingga kamu rela tersakiti namun tetap bertahan dan berharap. 

Dengan masa kelam Christian Grey yang misterius, membuat Ana frustasi, tidak ada satupun yang mengetahui apa yang tersembunyi dibenak Christian, tidak juga orang tua angkat Christian. 

Christian tidak pernah membiarkan dirinya untuk disentuh oleh siapapun, bahkan ibunya. Christian Grey disamping ganteng dan keren dengan lifestyle seksnya yang .. singular. Christian adalah seorang pekerja keras, sangat disiplin, over protektif, control freak, mendominasi, dan punya issue mengenai kelaparan. Jadi kalo kamu diajak makan Christian (mengkhayal sajalah..) usahakan kamu menghabiskan makananmu, karena dia sangat tidak suka orang menyisakan makanannya.

Dan bagaimana hubungannya dengan Ana bisa berhasil? Well, siapa bilang berhasil. Christian merasakan Ana sangat berbeda dengan submissive sebelum-sebelumnya. Banyak pribadi Ana yang membuatnya memiliki harapan untuk masa depan yang sesungguhnya ingin dia miliki namun dia tidak percaya bahwa dirinya berhak untuk sebuah kebahagiaan. Christian mencoba menolak segala bentuk perhatian baru dari Ana. Namun juga tidak mengelak bahwa segala keromantisan yang dia alami bersama Ana adalah hal pertama untuknya. Christian tidak pernah mengajak wanita submissive nya naik helikopter bersama, tidur di kasur yang sama, mengajaknya bertemu keluarga besarnya, naik Glider, terbang ribuan kilo untuk menemui Ana, dan tidak pernah ditinggalkan oleh wanita. 

“Ana.. please. It’s you  that’s changing me” 

Jadi bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah setelah mereka berpisah seperti di akhir film, akan ada cerita yang lebih menarik lag?  Well, akan aku lanjutkan di review Fifty Shades Darker full spoiler ya.

STAR WARS : The Rey Awakens

Masih belum bisa move-on dari SWTFA. Buat yang mungkin enggak bisa paham kenapa saya sangat ter-influence dengan Star Wars, mungkin engga perlu terusin baca :D.
Atau jika mungkin ada yang belum lihat The Force Awakens, stop reading this. Seriously. Karena tulisan ini isinya spoiler berat.

The Force Awakens menurut saya sangat berbeda dengan Star Wars episode sebelumnya. Jika 6 episode sebelumnya dulu sukses bikin sy ga tidur semalaman, The Force Awakens ini bikin sy berhari-hari bengong dan stress.
TFA was so goooooooood. Mulai dari aktor, karakter yang dimunculkan, cerita, semuanya sempurna, ini adalah satu-satunya film saga terbaik yang pernah saya lihat. I’m hard pushed to think of much in Awakens, that I hadn’t seen before.

And TFA menyisakan banyak misteri, itulah yang menghantui saya berhari-hari dan mencari cluenya. Setelah memutuskan untuk menonton untuk yang kali kedua, mulailah saya menerka misteri – yang saya yakin banyak jutaan penggemar Star Wars di luar sana – juga pasti penasaran dengan episode 7 ini.
Well then, apa yang saya tulis dibawah adalah dugaan, belum terbukti kebenarannya, meskipun dalam hati berharap di episode 8 dan 9 nanti dugaan saya ternyata benar. Hehe #ngarep.

cejkpcUh

#WHO’S REY?
Kalo kamu sudah nonton. Star Wars episode 7 akan mengenalkan beberapa (banyak) karakter baru. Ketika melihat trailernya, saya pesimis bahwa karakter baru itu akan memberikan efek “melegenda” pada SW seperti karakter di enam episode sebelumnya. But I’m totally wrong. This new character from this episode, memberikan “nyawa” baru yang sangat-sangat-sangat-sangat dominan dan honestly, jauh lebih bagus daripada episode sebelumnya.

Rey, seorang young scavenger di planet Jakku. Adalah tokoh utama di TFA. Dipastikan dia akan bermain di trilogy SW selanjutnya. Pertama saya melihat karakter Rey, saya langsung suka. She’s tough. Dengan three rhung-bun yang sederhana, dia otomatis telah meneruskan tradisi buns dari Padme atau Leia, namun lebih dinamis. Kostum Rey juga lebih “merakyat”, sangat berkarakter.

rey2

Di awal film, Rey sekilas telah menceritakan tentang dirinya. Dia membuat goresan pada bangkai pesawat AT-AT yang saya duga adalah “rumah”nya. Banyaknya goresan itu menandakan bahwa dia sedang menghitung hari di tempat dia tinggal sekarang, menyiratkan bahwa dia bukan penduduk asli Planet Jakku, dan bahwa dia sedang menunggu sesuatu, atau seseorang.
Fakta bahwa dia sedang menunggu seseorang diperkuat ketika Rey bertemu BB-8, droid berbentuk bola milik Poe Dameron, seorang kapten pilot dari The Resistance.
Rey juga menegaskan kisahnya kembali saat sedang mengendarai Millenium Falcon, bersama Finn, seorang stromtopper yang “insaf”. Rey berkata kepada Finn bahwa dia harus kembali ke Jakku setelah mengantarkan Finn dan BB-8 ke markas The Resistance. Karena dia sedang menunggu keluarga, yang akan menjemput dirinya.
The same reason juga dikatakan oleh Rey, ketika Han Solo menawarkan pekerjaan sebagai co-pilot Millenium Falcon.

images (1)

But something bother me. Ketika dia mengatakan “I’m no one” ke BB-8, does she really believe that, or is she trying to hide her true origins?
maybe the “no one” is less of a hint to a humble background and more a desire on her part to keep her legacy hidden?

Apa yang menganggu saya terjawab, saat saya benar-benar menfokuskan diri (ceile) ketika menonton untuk kedua kalinya. There’s been a lot of speculation that she’s related to someone.
Tebakan versi saya ketika menonton TFA pertama kali adalah Rey adalah anak Luke Skywalker. Anak saya hanya manggut-manggut “no idea” ketika saya mengatakan itu.
Tapi ini Star Wars, dan JJ Abrams. Saya jadi ingat film-film garapan JJ.A lainnya. Filmnya sangat mudah di prediksi, namun ternyata prediksi kita ini di akhir salah. Hahaha. He’s the one yang punya skill untuk mengecoh penontonnya.
Gak mungkin akan sesederhana itu.
Jadi layaknya detektif #ish saya memulai mengumpulkan piece by piece, menghafalkan plot by plot dan tentu saja, menghafalkan suara dan dialog. Bahkan mencari novelization TFA. Gilak ya.
Tapi ya beginilah saya, kalau sudah terobsesi dengan suatu film, jangan kaget lah.

Lalu saya menemukan dugaan baru. Jauh lebih complicated tapi lebih reasonable. and I ship with this theory.

REY ADALAH KENOBI.
Obi Wan Kenobi/Ben Kenobi grand daughter.
IS she?.

There’s so many reasons why Rey is Kenobi.
1. Her accent.
Did u recognize Rey’s accent? Yes. Rey memiliki aksen British. For Force shake, di SW Saga, hanya dua yang memiliki aksen British. Obi Wan Kenobi dan 3CPO (Threepio).
Kalo kamu berani berspekulasi Rey adalah anak Threepio, silahkan minggat dari blog ini. Ingat, tokoh yang sengaja dipilih untuk berbicara dengan aksen British, pasti ada tujuannya. Ini sudah jadi kamus umum di setiap film Hollywood.

2. Maz Kanata
Masih ingat bukan dengan apa yang dikatakan Maz Kanata di istananya? Dia mengenali Rey dari matanya, mata yang sudah lama di kenalnya.
“I have lived long enough to see the same eyes in different people”
“I see your eyes, I know your eyes.”
Maz Kanata mengenali seseorang yang memiliki mata yang sama dengan Rey. “I have lived long enough..” apakah ini berarti adalah selama star wars movies ada? jika iya, salah satu tokoh yang bermain hampir di setiap episode Star Wars adalah Obi Wan Kenobi.

And when Maz Kanata asks Han Solo “who’s the girls is” , adegan kemudian dipotong. She returns after Rey’s vision and when Rey says “I should b getting home” Maz menjawab “I know, Han told me… the people you’re waiting for there are not coming back.” Thus telling us that Han literally told Maz who the girl is to him, a girl from Jakku. This would have also been the perfect time to drop hints if Han was her father to create a greater effect when he dies in front of her eyes, but there is nothing mentioned.
IF Rey is Kylo siblings, mereka akan tahu. Sama seperti Luke dan Leia yang mengetahui mereka bersaudara because the power of force.

When Maz says “Whoever you’re waiting for (Rey’s family), they’re not coming back. But there is someone who still can” Lalu Rey merespon dengan “Luke?” Which cancels out the idea that Rey is related to Luke.

gNcnXuGh

3. Rey’s Vision
Meskipun visi Rey hanya sebentar, tapi jika jeli, banyak sekali scene dalam visi Rey yang mengungkapkan masa depan dan masa lalu Rey. Dalam visi Rey yang menurutku berhubungan dengan identitas Rey adalah suara Obi Wan.
Yap. We all can hear old Ben Kenobi voice. Apakah itu sebuah petunjuk bagi Rey? apakah itu adalah pesan bahwa Rey memang sudah terpilih untuk menjadi ksatria Jedi? Apakah itu memang benar langkah pertamany? Langkah pertama untuk apa?

4. Lightsaber
Pernakah kalian perhatikan guys? Sebelum mendapatkan visi, Rey berjalan mengikuti suara, yang tak lain adalah suaranya sendiri ketika dia di tinggalkan di Jakku. Dan sebelum dia menyentuh Lightsaber, apakah kalian memperhatikan?
Sesuatu yang sama yang terdapat dalam Star Wars episode New Hope. Saya menyadari bahwa sesuatu yang familiar pernah saya lihat di Star Wars episode sebelumnya. The Box. Yeah, kotak kayu yang sama milik Obi Wan Kenobi.
But
– Why kotak lightsaber milik Obi Wan berada di tangan Maz Kanata? Apakah ini berarti memang benar bahwa Obi Wan adalah teman baik Maz? Diakah yang Maz sebut sebagai mata yang sama dengan mata Rey?
– Kita semua tahu bahwa lightsaber itu adalah milik Obi Wan. Yang di berikan kepada Anakin. Dan setelah Anakin menjadi Darth Vader, disimpan kembali oleh Obi Wan untuk Luke. Di film terakhir, Return of The Jedi, Luke memiliki lightsaber sendiri berwarna hijau. Pertanyaan bingung saya adalah, kenapa Luke memberikannya kepada Maz? kenapa bukan Leia? Why Maz? Why Maz should keep the Jedi important thing. Apakah ini berarti bahwa Luke juga telah memiliki visi atas Rey? apakah Luke tahu bahwa suatu hari Rey akan ke Takodana?

Well, masih banyak lagi yang ingin saya ungkapkan mengenai versi saya tentang Rey. Mungkin yang benar-benar tahu siapakah Rey adalah Unkar Plutt. Yang kita lihat pada visi Rey menggandeng Rey kecil. Dan jangan lupa akan Lor San Tekka, yang muncul pada awal film? Siapa dia, mengapa potongan peta keberadaan Luke Skywalker ada bersamanya? Dan mengapa dia ada di Jakku? tempat yang sama Rey di tinggalkan. Did he knows about Rey? Apakah keberadaannya di Jakku bukan kebetulan? Apakah dia disana untuk mengawasi Rey? Apakah dia seseorang yang mengabdi pada Luke? Tetapi dia terlalu tua untuk menjadi teman Luke, apakah mungkin dia teman dari Obi Wan? Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu episode selanjutnya.

rey6-702x1024

Salut kepada J.J Abrams yang benar-benar membuat saya penasaran. Siapapun Rey, yang dapat di pastikan adalah bahwa dia seorang natural Jedi, yang akan membawa keseimbangan force ke dalam galaxy.
Apa yang saya tulis hanyalah dugaan saja, tapi saya sangat berharap bahwa Rey bukanlah seorang Skywalker.
See ya at the next post about who’s Kylo Ren.

May the force be with us.

Oh, I want that to happen to me : Part I

What kind of movies do you like to watch?

Someone asked me that question. That is indeed an interesting question. Well, I like to watch those kind of movies which have a good story line, a social message, no slapstik.
Jadi komedi yang jorok jorok good bye yaa, because for me slapstik means poor acting. Poor acting is also extremely clear in a film and will quickly pull it down.

Jadi kadang ada aktris atau aktor yang bagus di iklan, bagus di sinetron, tapi juelek banget aktingnya di film, berarti bakat akting nya ga begitu bagus, menurutku.

Dan Indonesia ini hebat banget untuk mengcover bakat poor acting aktor nya, terbukti dengan banyak film horror semi. Ga butuh bakat akting kalo genre film beginian. Character of the acting doesn’t matter much. Ya gak :p

Backkkkkk, about the kind of movies I like to watch. Well, I am not quite picky about movies. Aku sukah semuanya yang indah indah, hehehe.
Tapi yang mau aku share sekarang bukan jenis film, genre film atau alasan kenapa suka film.

I want to share about movies which inspired me, and movies that will make me want to fall in love dan pengen hidup di dalamnya. Yaaay….

Just because movies labeled as romantic, action, scientific, horror  that doesn’t mean that it can’t make you to fall in love again. Some movies can bring back your happiness and hope. For me, movies make my feromon jump it out, flooding my brain and fill my head with a thousand idea.

But then, there are those great romantic movies-dramatic, dark, funny and everything between-that make you feel all gooey in the middle. Every movies genre always had great romantic story inside.

Even the coldest of us can’t help but think, “Oh, I want that to happen to me” Hey, maybe it’s the cute montages, maybe it’s the chemistry between the actors, maybe it’s my period #blah.. but whatever it is.. I like it.

Here are 10 movies that makes me want to life on it, fall in love and never get back up again.

1. The Lake House (2006)
the-lake-house-20060613000316406_640w
Are you person who underestimate about true love? if yes, go get this movie.
This movie full with hyper romantic atmosphere. They way-Kate and Alex-try to believing about time travel love. It’s hard, it’s impossible, it’s pretty romantic unsual movie.
Dear Mr. Reeves, I Adore Youuuu

2. 27 Dresses (2008)
th(4)<

James Marsdennnnnn *ahugeloveemotionhere
Blue eyes, brunette mess wavy hair look, innosence smiles, fiuh… *kipaskipas

A light romance comedy. Meskipun banyak kritik jelek soal film ini. Di mata awamers, ini film yang ringan banget, nyaris banyak di temui di kehidupan sehari-hari. Very fun and entertaining…

Kadang kita terlalu mencari yang perfect, yang kita inginkan, padahal yang terbaik adalah saat kita benar-benar di inginkan oleh orang lain.
8 for the movie.
10 and four thumb up for James Marsden!

3. The Proposal (2009)

the_proposal04

Mungkin kalau dibuat versi Indonesia, judul film ini adalah Benci Tapi Cinta wkwkwkw…

You hate her, but you can’t away from her.
You call her grand bitches, but you want to protect her.
And when the love connected, she choose to leave you?
very frustating aight?
Film ini keren banget, mata di manjain sama hubungan flirt antara bos dan asisten. Kinda pretty good chick flick. A really sweet and also a rather cute romantic comedy. Ryan Reynolds and Sandra Bullock have great chemistry in this sweet movie.

4. The Notebook (2004)
If you’re in love with Ryan Gosling’s cleancut #look, his beard alone will make you cry in “The Notebook.” If that’s not enough to get you upset, Nicholas Sparks always has a way of writing stories that pull at our heart strings. “The Notebook” jumps between two stories, one about a young couple’s troubled 1940s romance and an elderly husband and wife struggling to stay together in a modern-day nursing home. Plus, watching any love story where Ryan Gosling is the lead will bring us to tears just from wishing he was ours!

Eh, tapi tetep seneng James Marsden disini 😀 #plinplan

5. Armageddon (2001)
Udah pada lihat kan? udah sering banget di setel di tipi lokal.
nangis nangis nangis
Masih berharap Ben Affleck di ganti sama Josh Hartnett hahahaha

to be continued…