The Siege of Jadotville : Review

Kalo kamu berharap Jamie Dornan bakal buka-bukaan (baca : naked) di film ini. Lupakan. Yeaah, kamu masih bisa sih menikmati Dornan walk’s yang oh-so-breathtaking dan tentu saja his intelectually invigorating acting. 

Film ini mengisahkan tentang blue berets soldiers alias United Nations (UN) peace keepers. Dengan background cold war, antara USA dengan USSR yang sama-sama tertarik dengan kekayaan bumi Congo -uranium- mengakibatkan Irish UN soldier were dropped in the middle of civil war. Komandan Pat Quinlan (Jamie Dornan) harus berjuang demi prajurit-prajuritnya untuk bertahan dengan segala kemungkinan yang sangat tidak mungkin ada solusinya.

Konspirasi politik, membuat UN troops semakin terdesak. Dan realita bahwa film ini adalah kisah nyata yang kebenarannya ditutupi hingga 41 tahun bikin aku makin melek buat nonton. The film tries very hard to be joth a historical record, reasonably faithful to the events, and also a kick ass action film.

This film is tightly written, brilliantly acted by everyone and the action sequences are SUPERB. Everything is tight, suspenseful and believable. You are sucked in by the movie. A little known skirmish, with great characters, great acting. 

Jadi, 3 alasan kenapa film ini wajib tonton :

  1. The lead actor, Jamie Dornan 
  2. Kisah nyata
  3. Strategi perang yang ga pernah aku temukan di film perang lain
  4. Komandannya berhasil menjaga anak buahnya utuh! Ga ada yang mati! Ini gila!
  5. Irish troopers? Jarang ada kan..
  6. Cara berjalan Jamie Dornan HAHAHA

Oke itu lebih dari 3. So? I assure you it was A grade movie. Hard to better… a must see film.

Me Before You : Movie Reviews


Setelah perjuangan batin selama 3 jam 17 menit dari jam 9 malam. Kuputuskan akhirnya perutkulah yang menang, maksudku sepiring Indomie goreng ekstra cabe dan telur mata sapi yang menang. How can you doubt that? Indomie.goreng.tak.pernah.salah.

Well, tapi konsekuensinya jika kamu nekad makan tengah malam, minimal kamu harus terjaga 3 jam setelahnya untuk “mencegah” kalori menumpuk. 

Fine.. itu cuman teoriku sik. Jadi sambil mengisi 3 jam sebelum akhirnya boleh tidur, aku memutuskan untuk nonton film saja. Seingatku ada 4 film yang belum aku lihat. So I toward into my dvd rack (sebenarnya bukan rak, hanya tumpukan dvd berserakan) dan menemukan “film malam” (film malam istilahku untuk film yang hanya boleh dilihat sendirian dan ketika anak sudah tidur), you know the reason why i name it like that, do you? 

Dan pilihan saya jatuh ke Me Before You yang dibintangi mas Sam Claflin dengan his tip smiles-nya yang terkenal and mba Emilia Clarke yang errr… memiliki alis yang You.Know.Why.

Dan inilah sedikit review yang bisa aku tulis.

Well… I cry …. a lot, I get emotional very easily with real things and  unreal like movies or books. It’s a public records. Even when I’m not sad, I do cry!! And I haven’t cried as much as I did during Me Before You in a long .. emm week maybe.. and it’s the kind of film that breaks you in TWO! Providing a cathartic release or tears that it’s important to experience once in a while. 

The film is based on the best selling novel by Jojo Moyes. Aku belum punya bukunya (OH NO!). Namun tidak membaca bukunya sebelum menonton filmnya juga engga terlalu buruk kok.  So while book readers will be prepared for the outcome, those of you are engaging with the story for the first time are in for an emotional kick to the stomach.

Ceritanya fokus kepada Louisa Clark (Emilia Parker) wanita eksentrik yang menemukan pekerjaan baru sebagai asisten perawat setelah dia dipecat dari toko kue. Tentu saja itu bukan pekerjaan impian Lou, tapi karena Lou sebagai tulang punggung keluarga (Ayah, Ibu, Kakek dan saudaranya), Lou terpaksa harus menerima apapun pekerjaan yang datang kepadanya, termasuk menjadi perlayan (perawat dan pelayan) dari seseorang bisnisman muda kaya raya yang lumpuh akibat cedera tulang belakang karena motorcycle crash, Will Traynor (Sam Claflin).

Pertemuan Lou dengan Will sudah bisa ditebak bukan pertemuan yang “hangat”. Will is understandably depressed and angry. But Lou, always wearing bright, unusual apparel, is a cheerful and optimistic as he sullen. And little by little she begins to draw Will out of his shell. The connection they share allows you to become completely immersed in their love story and if you let yourself succumb to the emotional rollercoaster ride you’re in for a tear-jerking treat.

I don’t know where you’d find a more charming actress than Clarke. Her eyebrows are the most expensive I’ve ever seen (just wait until you see her and then you’ll know what I’m talking about). Dan tentu saja ada Sam Claflin, yang berakting hanya dengan kemampuan pundak ke atas. Dan aktingnya benar-benar hebat.

Tapi tetap saja saya membenci ceritanya. Cerita ya.. bukan filmnya. 

Maksudku.. yeah.. Will tidak harusnya mati (ups spoiler hehe). Dia berhak mendapatkan cinta, kasih sayang meskipun dalam kondisinya yang lumpuh. Aku bener-bener gak ridho, dan dipaksa untuk harus mengerti, bahwa hanya kematianlah yang bisa membuatnya tenang. 

Nangisnya kurleb kayak gini nih

Dan ini membuatku meraung (menangis keras) dan maki maki gak jelas sama pengarang bukunya. Pleaseeee buat endingnya hepi donggg. Masak gini ceritanya. Sialan.

Expect to have your heart touched before the movie is over. And take some tissues.

Met nonton.

50 Shades Of Grey – Full Review

Oke. Tell me I am late.

Filmnya sudah tayang di tahun 2015. Bukunya jauh lebih lama dari itu, diterbitkan dari 2011. Jadi kayaknya memang sudah sangat telat untuk kasih review. 

Tapi seperti Christian Grey yang memiliki selera sangat ekletik, bisa dibilang hobi baca dan nontonku juga tidak kalah ekletiknya. Aku akan nonton Dirty Dancing dan menulis reviewnya sekarang, jika itu bisa membuatku senang. Atau membaca buku sejarah dan roman bersamaan, seleraku tidak terlalu spesifik, aku hanya menyukai membaca, mencoba menikmati apa yang pengarang ingin sampaikan. Simple as that. Aku bukan tipe yang suka hanya dengan film-film baru dan buku-buku best seller saja. Aku suka sesuatu yang mempu membuat lengan kiri atasku merinding. 

Oke, mungkin perlu kujelaskan sebentar kenapa lengan atasku merinding. Pernahkan kalian mengalami getaran halus (dem.. aku terdengar porno..) maksudku seperti bulu tiba-tiba meremang jika sedang menonton film atau membaca buku? Karena begitulah yang terjadi padaku. Sebut saja ketidakseimbangan reaksi kimiawi tubuh, namun kemunculannya aku sambut dengan gembira, karena aku yakin selama aku “merinding” berarti film atau buku yang aku baca itu bagus, buatku.

Why Fifty Shades of Grey?

Why not.. ?

Never judge a book nor movies by IMDB -Goodreads reviews. Filmnya tidak boleh tayang di Cinemax atau XXI di Indonesia, tidak bisa disalahkan, karena mental masyarakat yang masih belum kuat iman #eh, maksudku film ini contentnya sangat mengeskpos seksualitas, jadi butuh iman yang tebal. 

Well, lagipula apa yang diharapkan dari film yang mengisahkan BDSM lifestyle? Ga mungkin ga ada seksnya. Jadi jika belum mampu untuk berpikiran terbuka, mendingan tidak usah menonton. Karena nanti jatuhnya cuman nyinyir dan nyinyir..

Dan itulah alasanku untuk membaca dan melihat filmnya. Seks? No, aku punya banyak novel yang melibatkan ‘keintiman romance berlebihan’. Jadi seks jelas bukan yang aku yakini sebagai alasannya. Pasti ada alasan lain yang membuat buku trilogynya menjadi best seller, hingga dibuat film. What is that?

Anastasia Rose Steele, 21 tahun, mahasiswi di WSU jurusan Sastra Inggris dengan GPA 4,0 dan akan segera mengakhiri bangku kuliahnya membantu sahabat baiknya Katherine Kavanagh yang kebetulan sedang flu berat untuk mewawancari esekutif muda, billionare, Christian Grey, CEO Grey Enterprise.

Oke, jurnalist bukan bidang Anastasia. Dia sama sekali tidak mengetahui apapun tentang apa, bagaimana dan yang terburuk adalah siapa yang akan diwawancarainya nanti. Kate lupa memberikan data spesifik mengenai Christian Grey. Jadi dengan ke’lugu’annya, Ana, bersedia menggantikan Kate untuk mewawancarai Mr. Grey. Dan discene inilah aku mulai merinding. Oh la la ..

Anastasia bukanlah wanita muda yang terlalu percaya diri, dia terlalu banyak tersipu, dengan rambut brunette dan mata birunya yang terlalu besar membuatnya seperti wanita polos yang mematikan. Mematikan? Ya. Karena dia memiliki mulut yang sangat pintar. Dia juga sering terkikik, dan itu sangat menarik. Bagi Christian tentu saja. Oke, terkikik hal yang tidak boleh kamu lakukan kalau kamu blonde. Dan anastasia berambut coklat pekat. Pernahkah kalian dengar statement menggelikan ini? 

Dan Anastasia, juga memiliki kelebihan yang mungkin sekarang amat langka. Kepolosan, kejujuran. But yes, dia sangat pintar. Brunette, bermata biru, berkulit flawless, pucat, polos, lugu, suka terkikik, bermulut pintar, kombinasikan semuanya dan BAM!! Itulah yang membuat Christian Grey, yang dikisahkan sebagai pribadi yang dingin, tertarik pada Ana.

Lalu apanya yang special? 

Mungkin kalo kalian hanya menonton filmnya (yang aku yakin hasil donlotan) mungkin feelingnya akan berbeda jika setelah menonton kalian membaca bukunya, atau sebaliknya. Karena dibuku, apa yang dirasakan antara dua tokoh itu sangat mmm.. indah. Bagaimana mencintai seseorang yang tidak pernah mengenal apa itu cinta, apa itu kasih sayang. Bagaimana mencintai seseorang yang tidak akan memperlakukanmu seperti layaknya pasangan normal.

Dan cerita inilah yang membuat spesial. Bagaimana mencintai seseorang tanpa syarat. Benar-benar tanpa syarat, sehingga kamu rela tersakiti namun tetap bertahan dan berharap. 

Dengan masa kelam Christian Grey yang misterius, membuat Ana frustasi, tidak ada satupun yang mengetahui apa yang tersembunyi dibenak Christian, tidak juga orang tua angkat Christian. 

Christian tidak pernah membiarkan dirinya untuk disentuh oleh siapapun, bahkan ibunya. Christian Grey disamping ganteng dan keren dengan lifestyle seksnya yang .. singular. Christian adalah seorang pekerja keras, sangat disiplin, over protektif, control freak, mendominasi, dan punya issue mengenai kelaparan. Jadi kalo kamu diajak makan Christian (mengkhayal sajalah..) usahakan kamu menghabiskan makananmu, karena dia sangat tidak suka orang menyisakan makanannya.

Dan bagaimana hubungannya dengan Ana bisa berhasil? Well, siapa bilang berhasil. Christian merasakan Ana sangat berbeda dengan submissive sebelum-sebelumnya. Banyak pribadi Ana yang membuatnya memiliki harapan untuk masa depan yang sesungguhnya ingin dia miliki namun dia tidak percaya bahwa dirinya berhak untuk sebuah kebahagiaan. Christian mencoba menolak segala bentuk perhatian baru dari Ana. Namun juga tidak mengelak bahwa segala keromantisan yang dia alami bersama Ana adalah hal pertama untuknya. Christian tidak pernah mengajak wanita submissive nya naik helikopter bersama, tidur di kasur yang sama, mengajaknya bertemu keluarga besarnya, naik Glider, terbang ribuan kilo untuk menemui Ana, dan tidak pernah ditinggalkan oleh wanita. 

“Ana.. please. It’s you  that’s changing me” 

Jadi bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah setelah mereka berpisah seperti di akhir film, akan ada cerita yang lebih menarik lag?  Well, akan aku lanjutkan di review Fifty Shades Darker full spoiler ya.

STAR WARS : The Rey Awakens

Masih belum bisa move-on dari SWTFA. Buat yang mungkin enggak bisa paham kenapa saya sangat ter-influence dengan Star Wars, mungkin engga perlu terusin baca :D.
Atau jika mungkin ada yang belum lihat The Force Awakens, stop reading this. Seriously. Karena tulisan ini isinya spoiler berat.

The Force Awakens menurut saya sangat berbeda dengan Star Wars episode sebelumnya. Jika 6 episode sebelumnya dulu sukses bikin sy ga tidur semalaman, The Force Awakens ini bikin sy berhari-hari bengong dan stress.
TFA was so goooooooood. Mulai dari aktor, karakter yang dimunculkan, cerita, semuanya sempurna, ini adalah satu-satunya film saga terbaik yang pernah saya lihat. I’m hard pushed to think of much in Awakens, that I hadn’t seen before.

And TFA menyisakan banyak misteri, itulah yang menghantui saya berhari-hari dan mencari cluenya. Setelah memutuskan untuk menonton untuk yang kali kedua, mulailah saya menerka misteri – yang saya yakin banyak jutaan penggemar Star Wars di luar sana – juga pasti penasaran dengan episode 7 ini.
Well then, apa yang saya tulis dibawah adalah dugaan, belum terbukti kebenarannya, meskipun dalam hati berharap di episode 8 dan 9 nanti dugaan saya ternyata benar. Hehe #ngarep.

cejkpcUh

#WHO’S REY?
Kalo kamu sudah nonton. Star Wars episode 7 akan mengenalkan beberapa (banyak) karakter baru. Ketika melihat trailernya, saya pesimis bahwa karakter baru itu akan memberikan efek “melegenda” pada SW seperti karakter di enam episode sebelumnya. But I’m totally wrong. This new character from this episode, memberikan “nyawa” baru yang sangat-sangat-sangat-sangat dominan dan honestly, jauh lebih bagus daripada episode sebelumnya.

Rey, seorang young scavenger di planet Jakku. Adalah tokoh utama di TFA. Dipastikan dia akan bermain di trilogy SW selanjutnya. Pertama saya melihat karakter Rey, saya langsung suka. She’s tough. Dengan three rhung-bun yang sederhana, dia otomatis telah meneruskan tradisi buns dari Padme atau Leia, namun lebih dinamis. Kostum Rey juga lebih “merakyat”, sangat berkarakter.

rey2

Di awal film, Rey sekilas telah menceritakan tentang dirinya. Dia membuat goresan pada bangkai pesawat AT-AT yang saya duga adalah “rumah”nya. Banyaknya goresan itu menandakan bahwa dia sedang menghitung hari di tempat dia tinggal sekarang, menyiratkan bahwa dia bukan penduduk asli Planet Jakku, dan bahwa dia sedang menunggu sesuatu, atau seseorang.
Fakta bahwa dia sedang menunggu seseorang diperkuat ketika Rey bertemu BB-8, droid berbentuk bola milik Poe Dameron, seorang kapten pilot dari The Resistance.
Rey juga menegaskan kisahnya kembali saat sedang mengendarai Millenium Falcon, bersama Finn, seorang stromtopper yang “insaf”. Rey berkata kepada Finn bahwa dia harus kembali ke Jakku setelah mengantarkan Finn dan BB-8 ke markas The Resistance. Karena dia sedang menunggu keluarga, yang akan menjemput dirinya.
The same reason juga dikatakan oleh Rey, ketika Han Solo menawarkan pekerjaan sebagai co-pilot Millenium Falcon.

images (1)

But something bother me. Ketika dia mengatakan “I’m no one” ke BB-8, does she really believe that, or is she trying to hide her true origins?
maybe the “no one” is less of a hint to a humble background and more a desire on her part to keep her legacy hidden?

Apa yang menganggu saya terjawab, saat saya benar-benar menfokuskan diri (ceile) ketika menonton untuk kedua kalinya. There’s been a lot of speculation that she’s related to someone.
Tebakan versi saya ketika menonton TFA pertama kali adalah Rey adalah anak Luke Skywalker. Anak saya hanya manggut-manggut “no idea” ketika saya mengatakan itu.
Tapi ini Star Wars, dan JJ Abrams. Saya jadi ingat film-film garapan JJ.A lainnya. Filmnya sangat mudah di prediksi, namun ternyata prediksi kita ini di akhir salah. Hahaha. He’s the one yang punya skill untuk mengecoh penontonnya.
Gak mungkin akan sesederhana itu.
Jadi layaknya detektif #ish saya memulai mengumpulkan piece by piece, menghafalkan plot by plot dan tentu saja, menghafalkan suara dan dialog. Bahkan mencari novelization TFA. Gilak ya.
Tapi ya beginilah saya, kalau sudah terobsesi dengan suatu film, jangan kaget lah.

Lalu saya menemukan dugaan baru. Jauh lebih complicated tapi lebih reasonable. and I ship with this theory.

REY ADALAH KENOBI.
Obi Wan Kenobi/Ben Kenobi grand daughter.
IS she?.

There’s so many reasons why Rey is Kenobi.
1. Her accent.
Did u recognize Rey’s accent? Yes. Rey memiliki aksen British. For Force shake, di SW Saga, hanya dua yang memiliki aksen British. Obi Wan Kenobi dan 3CPO (Threepio).
Kalo kamu berani berspekulasi Rey adalah anak Threepio, silahkan minggat dari blog ini. Ingat, tokoh yang sengaja dipilih untuk berbicara dengan aksen British, pasti ada tujuannya. Ini sudah jadi kamus umum di setiap film Hollywood.

2. Maz Kanata
Masih ingat bukan dengan apa yang dikatakan Maz Kanata di istananya? Dia mengenali Rey dari matanya, mata yang sudah lama di kenalnya.
“I have lived long enough to see the same eyes in different people”
“I see your eyes, I know your eyes.”
Maz Kanata mengenali seseorang yang memiliki mata yang sama dengan Rey. “I have lived long enough..” apakah ini berarti adalah selama star wars movies ada? jika iya, salah satu tokoh yang bermain hampir di setiap episode Star Wars adalah Obi Wan Kenobi.

And when Maz Kanata asks Han Solo “who’s the girls is” , adegan kemudian dipotong. She returns after Rey’s vision and when Rey says “I should b getting home” Maz menjawab “I know, Han told me… the people you’re waiting for there are not coming back.” Thus telling us that Han literally told Maz who the girl is to him, a girl from Jakku. This would have also been the perfect time to drop hints if Han was her father to create a greater effect when he dies in front of her eyes, but there is nothing mentioned.
IF Rey is Kylo siblings, mereka akan tahu. Sama seperti Luke dan Leia yang mengetahui mereka bersaudara because the power of force.

When Maz says “Whoever you’re waiting for (Rey’s family), they’re not coming back. But there is someone who still can” Lalu Rey merespon dengan “Luke?” Which cancels out the idea that Rey is related to Luke.

gNcnXuGh

3. Rey’s Vision
Meskipun visi Rey hanya sebentar, tapi jika jeli, banyak sekali scene dalam visi Rey yang mengungkapkan masa depan dan masa lalu Rey. Dalam visi Rey yang menurutku berhubungan dengan identitas Rey adalah suara Obi Wan.
Yap. We all can hear old Ben Kenobi voice. Apakah itu sebuah petunjuk bagi Rey? apakah itu adalah pesan bahwa Rey memang sudah terpilih untuk menjadi ksatria Jedi? Apakah itu memang benar langkah pertamany? Langkah pertama untuk apa?

4. Lightsaber
Pernakah kalian perhatikan guys? Sebelum mendapatkan visi, Rey berjalan mengikuti suara, yang tak lain adalah suaranya sendiri ketika dia di tinggalkan di Jakku. Dan sebelum dia menyentuh Lightsaber, apakah kalian memperhatikan?
Sesuatu yang sama yang terdapat dalam Star Wars episode New Hope. Saya menyadari bahwa sesuatu yang familiar pernah saya lihat di Star Wars episode sebelumnya. The Box. Yeah, kotak kayu yang sama milik Obi Wan Kenobi.
But
– Why kotak lightsaber milik Obi Wan berada di tangan Maz Kanata? Apakah ini berarti memang benar bahwa Obi Wan adalah teman baik Maz? Diakah yang Maz sebut sebagai mata yang sama dengan mata Rey?
– Kita semua tahu bahwa lightsaber itu adalah milik Obi Wan. Yang di berikan kepada Anakin. Dan setelah Anakin menjadi Darth Vader, disimpan kembali oleh Obi Wan untuk Luke. Di film terakhir, Return of The Jedi, Luke memiliki lightsaber sendiri berwarna hijau. Pertanyaan bingung saya adalah, kenapa Luke memberikannya kepada Maz? kenapa bukan Leia? Why Maz? Why Maz should keep the Jedi important thing. Apakah ini berarti bahwa Luke juga telah memiliki visi atas Rey? apakah Luke tahu bahwa suatu hari Rey akan ke Takodana?

Well, masih banyak lagi yang ingin saya ungkapkan mengenai versi saya tentang Rey. Mungkin yang benar-benar tahu siapakah Rey adalah Unkar Plutt. Yang kita lihat pada visi Rey menggandeng Rey kecil. Dan jangan lupa akan Lor San Tekka, yang muncul pada awal film? Siapa dia, mengapa potongan peta keberadaan Luke Skywalker ada bersamanya? Dan mengapa dia ada di Jakku? tempat yang sama Rey di tinggalkan. Did he knows about Rey? Apakah keberadaannya di Jakku bukan kebetulan? Apakah dia disana untuk mengawasi Rey? Apakah dia seseorang yang mengabdi pada Luke? Tetapi dia terlalu tua untuk menjadi teman Luke, apakah mungkin dia teman dari Obi Wan? Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu episode selanjutnya.

rey6-702x1024

Salut kepada J.J Abrams yang benar-benar membuat saya penasaran. Siapapun Rey, yang dapat di pastikan adalah bahwa dia seorang natural Jedi, yang akan membawa keseimbangan force ke dalam galaxy.
Apa yang saya tulis hanyalah dugaan saja, tapi saya sangat berharap bahwa Rey bukanlah seorang Skywalker.
See ya at the next post about who’s Kylo Ren.

May the force be with us.

Star Wars 7 : The Force Awakens

Why Star Wars (still) maters.

[Warning : strong spoiler below]

I expect that everyone should be as excited as I am to welcome Episode 7 : The Force Awakens. Diluar prequels yang ga lazim, saya sangat merekomendasikan film ini untuk di tonton. Namun ada baiknya, sebelum menonton episode 7, tontonlah dulu 6 episode sebelumnya.

Welcome to 2015. Times has changed since the last prequel Revenge of The Sith appeared a decade ago. And apparently, MANY young people never saw Star Wars. And obviously they could not fathom what was really the big deal that middle-aged men would shamelessly marched into the cinema in costumes and plastic lightsabers. Ya. Kemaren ketika nonton, engga sedikit kalangan paruh baya juga nonton. Bahkan yang saya sangat salut, ada tiga nenek, yang jika dilihat dari cara ketiganya bergandengan tangan, mungkin mereka adalah sahabat penggemar Star Wars. Dan sangat antusias memasuki cinema.

Saya sebenernya kepengen make topeng Darth Vader dan anak saya memakai topeng Stormtopper. Cuman ketinggalan :(.

Does Star Wars still matter? Or, do we finally have to say goodbye to a mythology from a galaxy far far away, a long time ago?

After seeing it myself, I wanted to say that Star Wars still matters. Ini bukan film alien perang, superhero atau film dengan teknologi canggih yang di exposed berlebihan. Star Wars is, has been, and will always be, the story about us.

Han Solo dan Leia Organa mengingatkan saya tentang usaha orang tua yang belajar tentang art of parenting. And they must learn that raising and loving a child would be a far greater challenge than facing off entire Imperial army. And perhaps, demanded a far greater sacrifice – like many parents do. Dan masih banyak karakter mengesankan di film ini. Termasuk munculnya tokoh baru, Rey, Kylo Ren dan Finn. Tentu saja BB-8 droid lucu yang memikat saya.h

Film dimulai dengan prolog berpuluh tahun setelah masa Sith, Empire. Munculah aliansi baru, First Order. Dibawah the masked antagonist yang ternyata adalah cucu dari Anakin Skywalker, anak dari Han Solo dan Leia Organa, Kylo Ren/Ben. Dengan kisah yang tidak jauh berbeda dengan kakeknya, Ben jatuh ke sisi gelap Force.

Enam episode Star Wars terangkum dengan sempurna kendati banyak karakter baru yang muncul. Film dibuka dengan peperangan di planet Zakku. Seorang anggota Ressitance, Poe Dameron, membawa misi penting untuk menyelamatkan informasi mengenai peta keberadaan Luke Skywalker. Ya, di film ini kita tidak akan bertemu dengan Master Jedi Luke. Luke menghilang setelah terjadi pembantaian atas anak-anak calon Jedi oleh Kylo Ren.

Keberadaan Luke menjadi sangat penting bagi kedua belah pihak. Luke diperlukan oleh pihak Ressistance karena hanya dia yang mampu menyeimbangkan force demi keutuhan galaksi. Sedangkan bagi First Order, Luke adalah ancaman dan harus di bunuh.

Oleh Poe, informasi tersebut di simpan dalam droid miliknya, BB-8 yang diperintahkan untuk menjauh saat Poe sendiri ditangkap oleh Kylo Ren dan di bawa ke First Order. BB-8 tidak seperti droid yang ada pada episode Star Wars sebelumnya, tidak seperti R2D2 (Artoo) yang berbentuk tabung. BB-8 berbentuk bola, saya rasa JJ Abrams memang membuatnya berbeda dengan Artoo, karena di Force Awakens, BB-8 nyaris berada di setiap scene, dengan desain seperti bola, otomatis gerakan BB-8 juga lebih cepat daripada Artoo. The cutest is droid ini lebih “manusiawi”, kita bisa merasakan jika dia sedih, kecewa, atau bersemangat.

BB-8 kemudian ditemukan oleh Rey, a survivor soul, abandoned and learned to fend for herself since little. It was when she learned to trust others that she discovered her new family. Hers is also a story of the strength and courage of women, not the slightest less than her male compatriots. Seorang wanita yang nanti akan menjadi inti dari episode Star Wars selanjutnya. Dari sini saya akan berhenti ngasi spoiler ya. Hahaha.

In my cinema, there were audible gasps as well as many tears, and it’s no surprise the internet has pounced on any news with regards the rogue’s return in Episode VIII. Saya nangis ketika Han Solo mati. Eh, spoiler lagi.

All these are the reasons why Star Wars still matters. In the fictitious drama of alien beings on alien worlds, their struggle is very much human. All the events in The Force Awakens may have happened a long time ago in a galaxy far far away, but their echoes are close to our hearts, today.

And this is why the saga will continue.

May the force be with us.

Whiplash ; Movie Reviews

“I was there to push people beyond what’s expected of them. I believe that’s an absolute necessity”

Terence Fletcher

whiplash-miles-teller-andrew

The pursuit of greatness is not always pretty. No matter if your dream is athletics, dancing, music or some other; you can be sure hard work and sacrifice will be part of your routine. Ever had a dream of being a great football player? A great dancer? A great singer? A great musician? Our protagonist has a dream of being a great drummer, a drummer that will be remembered forever. Maybe you are still fighting for your dream. Maybe you have given up on greatness. Greatness doesn’t come easily, you need to practice at it. Andrew practices until his hands bleed.

Film ini mengisahkan perjuangan Andrew Neyman (Milles Teller) untuk meraih cita-citanya menjadi seorang jazz drummer pro. Dan entah kenapa film ini sangat terasa familiar. Apakah karena ceritanya yang nyaris kita bisa temui di kehidupan nyata? Well, berapa dari kita yang pernah memiliki mimpi atau cita-cita tapi kandas? Entah karena faktor finansial, support keluarga, atau dari diri kita sendiri yang merasa sudah lelah untuk mencapai cita-cita itu. Film ini merangkum seluruh hal itu. There is so many excellent great things to say about this film.

whiplash-1024

Andrew (Miles Teller) is 19-year old student at a music conservatory in Manhattan. Terrence Fletcher (J.K. Simmons) is a teacher at the conservatory with a ruthlessly brutal teaching style. After picking Andrew to play in the school band, he pushes Andrew to his limits in order to realize his full potential, at the risk of his humanity. I lost myself in the story. It had something to say about not settling and asking more of yourself. Two fantastic performances from Miles Teller and J.K. Simmons. Perhaps it will push you to maybe pick up that guitar again, put on your ballet shoes, or hit the gym to bulk up. Whiplash is an incredibly powerful film. And after the final shot cuts to black, the film will stick with you for days.

Spoiler tambahan, di film ini kamu akan disuguhi music jazz keren, plus Miles Teller yang memainkan drum tanpa stunt. Keren!

St. Vincent : Movie reviews

This is a wonderful movies you need to watch with your kids. Yaaa, memang bukan film box office sih, ini film lama, kalau kamu tipe yang hanya suka film baru, well saya berharap review dari saya bisa membuatmu berubah pikiran.

St. Vincent menceritakan kisah seorang anak, Oliver (Jaeden Lieberder) dan Ibunya Maggie (Melisa McCarthy) yang pindah ke sebuah lingkungan baru. Karena alasan pekerjaan, Maggie yang baru saja bercerai dengan suaminya membutuhkan seseorang untuk menemani dan mengasuh Oliver dirumah saat dia pergi bekerja sebagai suster di rumah sakit. Dan mereka bertemu Vincent (Bill Murray) an old man next door yang bersedia membantunya.

And, the fun begin.

Vincent ternyata bukan orang tua biasa, dia memiliki banyak masalah. Bill Murray shows his acting range in this film by playing a despicable human being that you can’t help but to like, as Vincent, an angry old man who takrs on the job of babysitter to his neighbor’s young son in order to make some extra cash he surely needs. Dia mengajak Oliver pergi ke beberapa tempat yang disukainya seperti pacuan kuda dan bar. Hal ini membuat Maggie terlibat masalah pengasuhan anak dan harus menyelesaikannya di meja hijau bersama mantan suaminya.

Suatu hari, Vincent tua terkena serangan stroke, and no one knows. Oliver menemukannya terbaring di lantai rumah Vincent ketika pulang sekolah. By Maggie help, Vincent akhirnya di rawat di rumah sakit tempat Maggie bekerja. Di sini kita akan dikenalkan dengan Daka (Naomi Watts), kekasih Vincent yang bekerja sebagai kupu-kupu malam.

Di lain sisi, Oliver mendapatkan tugas sekolah untuk mencari sosok figur di kehidupannya sekarang untuk diberi gelar Santo. Dan disinilah saya mulai menangis berderai-derai #ish.

3035814-poster-p-1-how-advertising-helped-create-the-new-bill-murray-movie

Film ini mengajarkan kepada kita, bahwa apa yang kita lihat, kita dengar, tidak dapat dijadikan alasan untuk kita menilai seseorang. Kita harus berhenti memberi label ke seseorang, yang mungkin kita hanya mengenalnya sepintas. The important theme of this tragicomedy : being good, loves, and saintly are within the the grasp of the most common among us, implying that imperfection is a constant of being human and maybe a bigger credential than piety when that sinfulness is transformed into good deeds.

Saya kasik rating 10. Dan 5 lagi untuk akting yang hebat dari semua aktor. Go find this film, and enjoying as your family weekend movies.